Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waktu Untuk Beramal, dan Beramal Untuk Mengisi Waktu

    pexels.com

            Setiap manusia tidak dapat melepaskan diri dari waktu dan tempat. Mereka mengenal masa lalu, masa kini, dan masa depan.Kesadaran manusia tentang waktu berhubungan dengan bulan dan matahari dari segi perjalanannya. Waktu pada hakekatnya dia sedang mengurangi masa hidupnya. Bahkan, kesengsaraan manusia bukan karena berkurangnya harta, tetapi karena membiarkan waktu tanpa makna. Waktu merupakan usia kehidupan, sebagai tempat ia dapat memberi manfaat kepada orang lain dan tempat ia diambil manfaatnya oleh orang lain.  

        Sahabat, waktu adalah amanat Allah kepada mahkluknya. Tanpa waktu, semua yang kita miliki tidak akan berarti. Gunakanlah waktumu dengan sebaik mungkin. Jangan sampai waktumu terbuang begitu saja dan akan menjadi sia-sia serta isilah kekosonganmu dengan kesibukan yang bermanfaat karena manusia dituntut untuk mengisi waktu dengan berbagai amal dan mempergunakan potensinya. 

        
Agama melarang mempergunakan waktu dengan main-main. Waktu dan amal tidak dapat dipisahkan. Waktu adalah untuk beramal dan beramal untuk mengisi waktu. Apabila kalian memiliki banyak waktu tetapi  kekosongannya tidak diisi dengan sebaik mungkin, waktu itu akan menjadi rugi untuk kalian. Serta 
janganlah tertipu dengan waktu luangmu yang sebenarnya bisa diisi dengan hal-hal yang sangat bermanfaat. Seperti dalam hadist: 

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

         "Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

        sahabat, gunakan waktumu serta jagalah 5 perkara sebelum datang lima perkara seperti dalam hadist berikut ini:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، 

وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

     "Jagalah lima perkara sebelum (datang) lima perkara (lainnya). Mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu." (HR Nasai dan Baihaqi).

            Sahabat, sekarang ini banyak ditemui orang yang suka menyalahkan waktu ketika mengalami kegagalan. sebenarnya islam tidak pernah mengenal waktu sial atau waktu untung. Sial dan untung sangat ditentukan oleh baik atau tidaknya usaha seseorang, karena waktu bersifat netral dan waktu tidak pernah berpihak pada siapapun.





5 komentar untuk "Waktu Untuk Beramal, dan Beramal Untuk Mengisi Waktu"